Surat Cinta Buat Pacar/Kekasih - Kalau bicara perihal cinta tidak akan perna habis meskipun dunia sudah kiamat. Untuk bisa membuat orang sayang dan cinta maka jadilah orang yang romantis dan selalu iklas terhadap pilihan anda supaya perjalanan bisa mulus meskipun ada ombak sekalipun sobat.
Maka kenali rasa cinta dengan membuat surat cinta buat kekasi atau pacar yang ada di bawah ini.
Selama ini saya kagumi dirimu,walau hanya sesaat pertemuan namun hati ini tak meragukan mu. walau cinta ini tak kau balas namun ku tetap mengagumimu..
manisnya senyumu…
mata mu…
tuturkatamu….
semua yang ada pada mu.
Ku tau diriku sdah milik orang lain,tapi hati ini tidak bisa di pungkiri..,,,
Bahwaku suka kamu…
Biarlah cinta ini hanya menjadi rahasia…
Aku……dan kamu……
Bukan pembalasan yang ku harapkan….
yang ku ingin…..
hanya asal kau tau saja…
bahwaku selalu memujamu…..
salammm….
Sejak pertama kali melihatmu, saya mencicipi getaran yang berbeda. Betapa saya tak menyadarinya. Namun, setelah kesekian kali saya melihatmu, saya sadar, selama ini saya menyimpan rasa sama kamu. Rasanya menyerupai ada yang hilang kalau sehari saja ga melihat kamu.
Kamu harus tahu, betapa senangnya aku, kalau tatap mata ini berbalas. Bukan hanya itu, saya juga suka tawamu, candamu dan senyumanmu itu. Kalau boleh, betapa saya menyukai semua yang ada pada dirimu. Setiap dikala yang ada dipikiranku cuma kau seorang. Bukan pak Tatang guru matematika itu... suer, hehe
Dinda yang manis,
Sungguh tak tahan rasanya menyimpan rasa ini terus menerus. Memendam perasan ternyata lebih sakit dari apapun. Aku tidak bisa menahan semua ini. Karena itu, dalam surat ini saya ingin bilang, AKU MENYUKAIMU. Ini sebuah kejujuran, bukan rayuan gombal menyerupai kata Judika, jebolan Indonesian Idol itu. Maukah kau jadi Cewek-ku? Maukah kau mengatakan hal yang sama denganku?
Dinda yang imut...
2x24 jam dari sekarang, saya tunggu jawabanmu.
SURAT CINTA UNTUK KEKASIH
Bismillah…..,
Assalamualaikum cinta, apa kabar?
Apa kabar dengan hati yang lama tak pernah ku jumpa?
Apa kabar dengan hati yang masih dalam perjuangannya demi menggapai ridho-Nya?
Apa kabar dengan setia dan kejujuran?
Cinta…,
andai saja saya bisa mengungkap semua kata dan rasa dalam hati yang saya punya ini…,
maka seribu lembar kertas pun tak akan cukup untukku menuangkannya.
Banyak sekali cinta, banyak yang ingin saya ungkap secara eksklusif di hadapmu nanti.
Andai kau tahu, saya cuek tanpa pengisi kasih dan pedulimu padaku, andai saja kau tahu apa yang saya rasakan ini untukmu….
Cinta bukan yang berjulukan keegoisan rasa,
bukan yang megucap “bagaimana?” namun “ saya mengerti…”
bukan “ kau di mana?” tapi “aku di sini….”
bukan “ saya ingin kau menyerupai ini….” akan tetapi “ saya mencintaimu dengan apa adanya dirimu...”
sepinya diriku tanpa kau di sini, hampanya hatiku alasannya yakni ku tahu dengan konkret kau tak berada di sampingku,
seringnya kau patahkan aku…., namun saya bukan seorang yang mudah menyerah…
saya bertahan, alasannya yakni ada kejujuranku… untuk mengasihimu….
luka itu memang sakit cinta, akan tetapi lebih sakit lagi kalau saya membohongi diri ini.
Mungkin saya bisa menggunakan dusta putihku, namun selama saya masih bisa menjaga kebaikan dalam jujurku, sungguh…
demi Dia yang Maha Menghargai, ku akan berjalan di sini tanpa ada paksa dari siapapun, dan yang utuh yakni hanya ada nurani dan hati yang suci.
Ketika luka – luka telah mengering,
Selama itu pula saya haus untuk merindukanmu,
pun selama luka itu masih lembap dan masih pekat terasa ngilu di ulu hatiku.
Cinta,
inginnya saya bersamamu, menjaga hati mu, mendampingi mu ketika bingung dan gundah melandamu,
ahh… cinta akankah kau tahu begitu dalamnya kasihku.
Sehingga semua luka dan kecewa itu tak akan bisa mengubahnya, sekalipun pernah kau memintanya untuk saya melakukannya.
Maafkan cinta, maafkan aku, alasannya yakni saya terlalu jujur pada perasaanku.
Dan semua, semua…. masih tetap utuh pada tempatnya.
Rasa yang bercampur baur, ada duka, ada kecewa, namun ada pula rasa percaya di antara sejuta ragu, ada setitik cahya diantara gelapnya cakrawala.
Ketika smua terhempas alasannya yakni sia – sia, maka akan ku coba pelajari kesedihan ini, kesakitan ini, dan ku anggap ini sebagai hadiah “besar”-Nya.
Derita ini yakni anugerah dan suatu kehormatan tersendiri bagiku di atasnya dan di bawah kekuasaan-Nya.
Jiwa tak akan pernah mengenal arti tegar kalau ia hanya datar mencicipi perjalanan hidupnya.
Hati tak akan pernah mengerti rasa sakit, kalau ia selalu bahagia, Maha Suci Yang Mahakuasa Semesta Alam atas segala rangakaian hidup yang tepat ini.
Dan cinta….,
kau membuatku banyak mencar ilmu dalam sakitnya saya ketika saya terhujam mendekam dalam tebing bebatuan yang tajam.
Kau membuatku menjadi orang “ besar” dalam rasa kesyukuranku pada-Nya.
Terima kasih cinta, kau membuat saya menjadi jiwa yang tabah atas segala penantian dan pengertian.
Secuil apapun itu impian yakni tetap menjadi harapan.
Dimana ia juga bisa tumbuh dari rasa kecewa, dari rasa luka.
Maka biarkanlah ia tumbuh menjadi remaja dalam matangnya pemahaman.
Mungkin saya akan bangkit di atas rangakain jerami yang selalu ada di depanku ketika saya berjalan,
dan tiada lain yakni rasa tabah ketika saya harus membersihkannya ,
tiada lain dari rasa tulus ketika saya merasa lelah untuk merapikannya biar ia tak melukaiku.
Namun ketika gesekan luka itu ada ,
tiada lain pula rasa bertahan dan pengupayaan untukku mengobatinya.
Dan tiada lain dengan rasa tulus saya melakukannya.
Begitu pula dengan mu cinta…,
kalau pun harus ada air mata, maka biarlah ia menjadi sobat sedihku untuk menyayangimu…
kalau ada rasa sakit mendera, maka biarkanlah ia menjadi sobat setiaku dalam bertahan atas segala kejujuranku padamu ….
Sungguh saya bersyukur,
alasannya yakni saya mengenalmu cinta,
sekalipun saya tak pernah utuh memilikimu,
sekalipun utuh yang kau punya takhanya untukku…
jangan tanyakan perihal kesedihan yang kau pun tahu cinta,
jangan bertanya perihal rasa sakitku, bila kau pun merasakannya…
saya memang insan biasa, yang tak sempurna, dan kadang salah…
namun rasa kasihku telah mengalahkan rasa sakitku,rasa asihku mengalahkan egoku …dan sayangku….,
telah bisa mengobati luka – luka itu.
Cinta,
kapan saya bisa menyentuhmu?
Dimana saya bisa menemui hangatnya jemarimu mengusap semua peluhku?
Ataupun sebaliknya saya yang mengusap peluh di wajahmu…
Dan saya yang akan membelai lembut bahumu ketika kau goyah di jalan perjuanganmu bersamaku, biar kau tahu betapa pedulinya saya terhadapmu…
Cinta,
dalam sujudku pada-Nyaku titipkan doa dan pintaku…..
semoga kau senantiasa dalam penjagaan-Nya ketika penjagaanku tak hingga padamu
semoga kau selalu dikasihi dan disayangi -Nya ketika kasih dan sayangku tak bisa melampaui dimana kau berada dikala ini.
Ku pinta pada-Nya biar Cinta-Nya selalu ada untukmu, ketika saya tak sanggup lagi mencintai
Ku tegarkan, segala kerapuhan, kan ku indahkan segala kesedihan…
bahagia mu yakni doa dan harapku….
senyumu, menjadi suatu cita – cita dimana saya bisa merasakannya itu tulus hanya untuku…
Semoga kan selalu baik adanya , meskipun jalan ini tak sempurna….
ucap terakhirku, ku harap kan terbaca terang di mata dan hatimu…
saya mengerti….,
saya di sini, dan saya mencintaimu apapun adanya kau dengan segala kurangmu…
dan biarlah………,
biarlakanlah tulusku…yang mencintaimu….
Semoga bermanfaat...


Komentar
Posting Komentar